Semester ini saya mengambil mata kuliah Kapita Selekta. Tadinya mau diambil semester depan sesuai yang ada di rancangan kurikulum, tapi karena peserta kuliah Infrastruktur IP dan Jaringan Optik wajib dateng kapsel, ya sekalian lah diambil sks nya.
Pada pertemuan ketiga (saya tidak hadir pada pertemuan pertama tapi hadir pada pertemuan kedua yang akan diceritakan menyusul), kuliah umumnya diisi oleh Mr. Wim Timmermans, beliau adalah CFO XL Axiata. Beliau memiliki basic finance namun telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pertelekomunikasian.
Judul presentasi yang disampaikan adalah “value creation and management lessons in Indonesian telecommunications industry”. Pada presentasi tersebut terdapat teori serta contoh kasus. Namun selain itu ada juga kalimat-kalimat singkat (semacam quote) yang disampaikan oleh beliau. Saya hanya akan menyebutkan tiga diantaranya :
Quote pertama
” Don’t look only your limited scope but look wider.”
Jadi dalam mengerjakan suatu hal jangan hanya sepotong-sepotong yang menjadi bagian kita saja, tapi lihatlah sistem secara keseluruhan. Karena dengan melihat secara keseluruhan tersebut, kita bisa mencari solusi lebih baik jika terjadi suatu masalah. think out of the box.
Quote kedua
” Fight to find the right solution.”
Fight yang dimaksud adalah beradu argumen atau berdiskusi (emosi sedikit bolehlah asal jangan sampai berantem beneran
) untuk mencari suatu solusi yang terbaik . Misal, jika suatu manager berdiskusi dengan staff nya untuk mencari solusi, namun staff nya hanya ikut saja akan pemikiran atasannya tanpa memberikan pendapat (hanya ikut saja Agar Bapak Senang, eh Ibu juga boleh
) maka solusi yang didapat akan sulit menjadi solusi yang benar dan tepat. Percuma saja manager tersebut berdiskusi dengan staffnya, karena keputusannya hanyalah dari pemikirannya.
Hal sebaliknya juga berlaku, jika staff tersebut ingin berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah dengan managernya, maka manager harus bersedia. Jangan sampai manager merasa tidak butuh mendengar pendapat dari staff nya karena merasa lebih berpengalaman atau lebih tinggi jabatannya. Padahal mungkin saja staff tersebut memiliki ide baru dan pandangan yang lebih luas sehingga dapat memberi masukan yang positif dalam menentukan suatu solusi masalah.
Jadi seluruh tim harus dapat bekerjasama dengan baik dalam menentukan solusi yang terbaik dari suatu masalah.
Quote ketiga
“Don’t look from your alarms but from your customer complaint.”
Kalimat ini yang paling menarik bagi saya karena saya sebagai pelanggan jasa telekomunikasi namun juga mengetahui sedikit proses kerja dibalik penyediaan layanan telekomunikasi (saya pernah mengikuti kerja praktek di bagian engineering salah satu provider telekomunikasi).
Dalam jasa layanan telekomunikasi, pelanggan akan mengajukan keluhan jika service yang didapat tidak maksimal. Misal, layanan 3G tidak aktif, tidak dapat sinyal, tidak dapat melakukan panggilan, tidak dapat menerima panggilan, delay sms terlalu lama, dll.
Sebagai pelanggan, saya tentunya pernah merasakan kekesalan tersebut. Pelanggan tidak pernah mau tahu apa yang terjadi pada proses penyediaan layanan telekomunikasi yang digunakan. Keinginannya hanyalah service telekomunikasi yang kualitasnya baik.
Jika terjadi gangguan, maka pelanggan akan protes (biasanya ke customer service). Customer service kemudian menyampaikan ke bagian engineering untuk mengecek apakah ada alarm gangguan. Jika ada, maka alarm tersebut akan segera ditangani. Namun jika tidak ada alarm gangguan yang muncul pada NMS (Network Management System)? Engineer tersebut harus tetap mencari sumber dari gangguan karena pelanggan tidak akan mau menerima jawaban tidak ada alarm di sistem kami. Pada kenyataannya terjadi gangguan pada layanan yang didapat oleh pelanggan dan gangguan tersebut harus dapat selesai secepatnya.
Jadi sebagai engineer, janganlah hanya melihat gangguan sebatas dari alarm pada NMS karena bisa saja terjadi kesalahan pada NMS sehingga alarm tidak muncul (lihat keseluruhan bagian sistem, nyambung ke quote yang pertama). Serta selesaikanlah alarm atau gangguan secepatnya, karena pelanggan diibaratkan sebagai raja. Namun pelanggan juga harus bersabar dalam menunggu penanganan gangguan tersebut.
Recent Comments