Kalau dingat-ingat, seminggu terakhir ada beberapa kejadian yang saya alami. Sebenarnya hanya hal-hal kecil tapi cukup menarik menurut saya.
1. Jadilah orang baik dan jangan berniat “ngetawain” orang lain
cerita 1 : rabu mlm saya blm tidur hingga tengah malam dikarenakan mengerjakan proposal TA 1 yang deadline pengumpulan ke TUnya hari jumat. Otomatis saya harus mengumpulkan ke dosen pembimbing pada hari kamis untuk meminta revisi. Disaat bosan mengerjakan proposal, saya membuka twitter dan melihat tweet
tari : ”Mati lampu malem2 duhh -_-”
lalu saya balas
ira : ”ati2 tar.. dalam gelaap.. :p”
beberapa saat kemudian
tari : “uda nyala wekkk
“
dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada cicak yang jatuh tepat disamping saya. Padahal dari kecil saya geli melihat cicak. Saya pun langsung teriak dan lompat dari kasur. Niat buruk ngetawain kosan Tari yang mati lampu langsung dibalas dengan kejatuhan cicak yang berakibat saya baru bisa tidur jam 3 pagi.
cerita 2 : Sebelum kejadian cerita 1 saya membaca tweet firman
firman : “Malam ini, tissue sekotak gede adalah kawan bagiku.. Untuk membersihkan ingus2ku.. Tapi kawanku ini tinggal 2 lembar”
ira : “tuh kan bner kata gw.. ansos siy lo man.. temen lo tinggal 2.. hahaha..”
dan hari ini saya yang membutuhkan tissue karena bersin-bersin..
2. Jangan pernah dikosan sendirian
Pintu kamar mandi di lantai atas kosan saya memang bermasalah. Gagang pintu nya akan otomatis copot jika tidak dibuka dengan penuh perasaan dan kasih sayang. hahaha.. Dikarenakan si gagang pintu ini bermasalah, setiap orang yang membuka pintunya akan emosi. Hal ini berdampak pada patahnya engsel pintu dan akhirnya sang pintu pun harus sedikit diangkat saat akan dibuka dan ditutup. Saya dan Orin (sepupu saya) sudah meminta mbak kosan untuk mengganti engsel dan gagang pintunya. Sambil menunggu, kami harus menerima keadaan pintu apa adanya. Selama menunggu diperbaiki itu saya sempat beberapa kali kekunci di kamar mandi sehingga harus berteriak-teriak memanggil anak kosan yang lain dan menunggu dibuka oleh mereka dari luar. Alhamdulillah saat saya kekunci, saya tidak sedang sendirian di kosan.
3. Watch Your Step
Hari sabtu kemarin saya berjalan terburu-buru untuk menyiapkan surprise Amy di lapangan cinta yang sangat gelap karena tidak adanya lampu (mungkin penghematan listrik). Saat sedang berjalan, saya merasakan kaki saya sakit seperti tertusuk karena menginjak sesuatu. Saat itu saya memakai sendal jepit. Sesampainya di cc bawah, saya mengecek kaki saya yang ternyata baik-baik saja. Namun setiap berjalan tetap terasa sakit yang akhirnya saya abaikan saja. Kemarin, saya mencoba memakai sendal tersebut, dan rasa sakit itu pun muncul lagi. Kecurigaan pun muncul, saya mengecek sendal yang saya pakai itu dan ternyata… ada paku payung yang menancap dibawahnya. Pantesan sakit..
alhamdulillah bagian paku yang nembus ke atas sendal hanya sedikit jadi tidak menimbulkan luka di kaki.
4. Pelajaran hidup bisa datang dari siapa saja
Beberapa hari yang lalu saya membeli lumpia basah di gerbang depan kampus saya. Saat sedang menunggu lumpia basah di buat, saya mengobrol dengan bapak penjualnya.
Penjual : ” Neng, minggu depan bakal ada acara ya dikampus?”
Saya : ” Iya Pak. Bapak ngisi stand makanan di dalam gak?”
Penjual : ” Pengen neng, kemaren saya udah ditawarin panitianya, tapi saya ga mau.”
Saya : “Loh, kenapa Pak? kan lumayan untungnya.”
Penjual : ” Saya malu neng, kalo jualan di dalem, harganya mesti dinaikin seribu kata panitianya. Saya malu sama pelanggan saya.”
Saat mendengar penjual tersebut menolak untuk berjualan saya pun kaget sekaligus kagum. Saat ini kebanyakan orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Mulai dari cara yang halal hingga yang diluar akal sehat. Bahkan di tv banyak dilaporkan penjual yang curang dengan “menipu” konsumen dengan menjual produk yang tidak layak di konsumsi untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Namun mendengar alasan bapak penjual lumpia basah tersebut, saya jadi kagum. Ia lebih mementingkan kepercayaan pelanggannya dibanding dengan keuntungan yang mungkin saja berlipat.
gyaaa terharu baca yang penjual lumpia, baik banget yak :’)
By: ssabrina on September 30, 2010
at 11:30 pm
iyaa… pas dy bilang gtu aku jadi speechless mau nanggepin apa..
By: zikrashilviana on October 1, 2010
at 12:40 am