Posted by: zikrashilviana | December 31, 2010

Pembangunan Desa Mandiri Energi dan Ekonomi serta Terjangkau oleh Layanan Telekomunikasi

Salah satu dari Tridarma pendidikan perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang didalamnya terdapat pendidikan riset yang saling berkaitan. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB (HME ITB), sebagai organisasi yang mewadahi pergerakan mahasiswa elektroteknik di ITB, mencoba memberikan kontribusi ke masyarakat melalui proyek tahunan yang diberi nama Palapa. Proyek ini telah dilakukan 2 kali yaitu Palapa dan Palapa HME II.

Proyek Palapa  dimulai pada tahun 2007 dan diresmikan di awal tahun 2008 sedangkan Palapa HME II dilakukan dari tahun 2009 dan diresmikan pada pertengahan tahun 2010. Pada dasarnya proyek palapa bertujuan untuk membangun desa yang mandiri energi. Kedua proyek tersebut mendapat dana dari sponsor dan pengerjaannya dilakukan oleh mahasiswa Teknik Elektro ITB. Namun terdapat perbedaan pada setiap proyek. Pada proyek palapa yang pertama, HME ITB membangun PLTA skala pikohidro untuk desa tertinggal yang telah disurvey sebelumnya yaitu Desa Cilutung. Dengan adanya listrik, diharapkan bisa menaikkan kualitas dan kinerja desa tersebut. Setelah PLTA terpasang, diadakan penyuluhan agar warga setempat mengetahui cara untuk mengoperasikan dan merawatnya.

Pada Proyek Palapa HME II dilakukan pembangunan PLTA skala piko yang dikombinasikan penggunaannya dengan sel surya yang memanfaatkan sinar matahari di Desa Mekarwangi, Garut.  Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk penerangan jalan serta peternakan ayam yang keduanya juga dibangun oleh HME ITB. Selain itu diadakan juga pelatihan manajemen energi dan ekonomi untuk warga sekitar, pembangunan koperasi, serta pembangunan taman bacaan untuk anak-anak. Proyek Palapa HME II ini juga melakukan riset turbin angin savonius untuk proyek Palapa HME selanjutnya.  Dengan adanya proyek ini diharapkan desa tersebut dapat mandiri energi dan ekonomi. Proyek mendapat bantuan dari sponsor yaitu Chevron. Proyek Palapa HME II ini juga mendapat juara III dalam lomba IEEE President’s Change the World Competition 2010.

Setelah proyek palapa HME II, saat ini sedang dipersiapkan proyek palapa HME III yang rencananya akan dimulai pada tahun 2011. Survey telah dilakukan ke beberapa desa terpencil yang belum dialiri listrik. Namun konsep kegiatan apa saja yang akan dilakukan belum terbentuk. Konsep Palapa HME II yaitu desa mandiri energi dan ekonomi sudah sangat baik, namun masih terdapat kekurangan yaitu layanan telekomunikasi. Di Desa Mekarwangi, sangat sulit sekali mendapat sinyal telepon seluler. Padahal, telekomunikasi seharusnya sangat berperan penting bagi desa terpencil yang sangat sulit dijangkau seperti Desa Mekarwangi tersebut yang harus menempuh perjalanan 4 jam dari kota Garut. Jika layanan telekomunikasi ditempat tersebut baik, maka perekonomian desa tersebut juga dapat terbantu. Terutama untuk proses pemasaran hasil peternakan ayam dan pertanian desa tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya di proyek Palapa HME III ditambahkan proyek untuk pengadaan layanan telekomunikasi di desa selanjutnya yang akan menjadi tempat dilakukannya proyek tersebut. Operator telekomunikasi dapat berperan dalam pengadaan layanan telekomunikasi ini misalnya membuat telepon umum, warnet ataupun membangun BTS disekitar daerah tersebut sekaligus untuk memperluas coverage. Pembangunan warnet akan memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, sedangkan jika yang dibangun adalah jaringan seluler, maka warga juga mendapat lapangan pekerjaan sebagai agen pulsa. Untuk beberapa pihak, layanan telekomunikasi juga sangat diperlukan untuk menghubungi sanak saudaranya yang bekerja merantau ketempat yang jauh.

Dalam melakukan pengadaan jaringan layanan telekomunikasi ini, operator dapat bekerja sama dengan mahasiswa anggota HME ITB. Sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatnya.

Selain untuk memperluas jaringan yang dimiliki operator, proyek ini juga memberikan kesempatan bagi operator untuk melakukan CSR dalam bidang pendidikan. Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan saya yang berjudul ‘Peran Operator Telekomunikasi dalam Pengadaan Pendidikan di Daerah Terpencil secara Bertingkat dan Berkelanjutan’, operator dapat ikut turut serta membangun pendidikan didaerah terpencil, terutama untuk anak-anak dan siswa sekolah dasar yang ada di desa Proyek Palapa HME III. Berdasarkan atas manfaat yang akan didapat, diharapkan pihak operator bersedia untuk bekerjasama dalam membangun desa mandiri energi dan ekonomi yang terjangkau layanan telekomunikasi di desa Palapa HME III selanjutnya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.