Salah satu dari Tridarma pendidikan perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang didalamnya terdapat pendidikan riset yang saling berkaitan. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB (HME ITB), sebagai organisasi yang mewadahi pergerakan mahasiswa elektroteknik di ITB, mencoba memberikan kontribusi ke masyarakat melalui proyek tahunan yang diberi nama Palapa. Proyek ini telah dilakukan 2 kali yaitu Palapa dan Palapa HME II.

Proyek Palapa  dimulai pada tahun 2007 dan diresmikan di awal tahun 2008 sedangkan Palapa HME II dilakukan dari tahun 2009 dan diresmikan pada pertengahan tahun 2010. Pada dasarnya proyek palapa bertujuan untuk membangun desa yang mandiri energi. Kedua proyek tersebut mendapat dana dari sponsor dan pengerjaannya dilakukan oleh mahasiswa Teknik Elektro ITB. Namun terdapat perbedaan pada setiap proyek. Pada proyek palapa yang pertama, HME ITB membangun PLTA skala pikohidro untuk desa tertinggal yang telah disurvey sebelumnya yaitu Desa Cilutung. Dengan adanya listrik, diharapkan bisa menaikkan kualitas dan kinerja desa tersebut. Setelah PLTA terpasang, diadakan penyuluhan agar warga setempat mengetahui cara untuk mengoperasikan dan merawatnya.

Pada Proyek Palapa HME II dilakukan pembangunan PLTA skala piko yang dikombinasikan penggunaannya dengan sel surya yang memanfaatkan sinar matahari di Desa Mekarwangi, Garut.  Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk penerangan jalan serta peternakan ayam yang keduanya juga dibangun oleh HME ITB. Selain itu diadakan juga pelatihan manajemen energi dan ekonomi untuk warga sekitar, pembangunan koperasi, serta pembangunan taman bacaan untuk anak-anak. Proyek Palapa HME II ini juga melakukan riset turbin angin savonius untuk proyek Palapa HME selanjutnya.  Dengan adanya proyek ini diharapkan desa tersebut dapat mandiri energi dan ekonomi. Proyek mendapat bantuan dari sponsor yaitu Chevron. Proyek Palapa HME II ini juga mendapat juara III dalam lomba IEEE President’s Change the World Competition 2010.

Setelah proyek palapa HME II, saat ini sedang dipersiapkan proyek palapa HME III yang rencananya akan dimulai pada tahun 2011. Survey telah dilakukan ke beberapa desa terpencil yang belum dialiri listrik. Namun konsep kegiatan apa saja yang akan dilakukan belum terbentuk. Konsep Palapa HME II yaitu desa mandiri energi dan ekonomi sudah sangat baik, namun masih terdapat kekurangan yaitu layanan telekomunikasi. Di Desa Mekarwangi, sangat sulit sekali mendapat sinyal telepon seluler. Padahal, telekomunikasi seharusnya sangat berperan penting bagi desa terpencil yang sangat sulit dijangkau seperti Desa Mekarwangi tersebut yang harus menempuh perjalanan 4 jam dari kota Garut. Jika layanan telekomunikasi ditempat tersebut baik, maka perekonomian desa tersebut juga dapat terbantu. Terutama untuk proses pemasaran hasil peternakan ayam dan pertanian desa tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya di proyek Palapa HME III ditambahkan proyek untuk pengadaan layanan telekomunikasi di desa selanjutnya yang akan menjadi tempat dilakukannya proyek tersebut. Operator telekomunikasi dapat berperan dalam pengadaan layanan telekomunikasi ini misalnya membuat telepon umum, warnet ataupun membangun BTS disekitar daerah tersebut sekaligus untuk memperluas coverage. Pembangunan warnet akan memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, sedangkan jika yang dibangun adalah jaringan seluler, maka warga juga mendapat lapangan pekerjaan sebagai agen pulsa. Untuk beberapa pihak, layanan telekomunikasi juga sangat diperlukan untuk menghubungi sanak saudaranya yang bekerja merantau ketempat yang jauh.

Dalam melakukan pengadaan jaringan layanan telekomunikasi ini, operator dapat bekerja sama dengan mahasiswa anggota HME ITB. Sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatnya.

Selain untuk memperluas jaringan yang dimiliki operator, proyek ini juga memberikan kesempatan bagi operator untuk melakukan CSR dalam bidang pendidikan. Seperti yang telah dijelaskan pada tulisan saya yang berjudul ‘Peran Operator Telekomunikasi dalam Pengadaan Pendidikan di Daerah Terpencil secara Bertingkat dan Berkelanjutan’, operator dapat ikut turut serta membangun pendidikan didaerah terpencil, terutama untuk anak-anak dan siswa sekolah dasar yang ada di desa Proyek Palapa HME III. Berdasarkan atas manfaat yang akan didapat, diharapkan pihak operator bersedia untuk bekerjasama dalam membangun desa mandiri energi dan ekonomi yang terjangkau layanan telekomunikasi di desa Palapa HME III selanjutnya.

Advertisements

Operator sebagai penyedia layanan telekomunikasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat turut serta dalam membantu dunia pendidikan di Indonesia, terutama di daerah terpencil yang belum semaju daerah perkotaan.  Bantuan tersebut dapat berupa  pemberian fasilitas, pemberian insentif, serta peningkatan kemampuan tiap individu. Salah satu contoh perusahaan operator telekomunikasi yang telah melakukannya adalah PT XL Axiata Tbk.

Beberapa program telah dilakukan sebagai bentuk CSR XL, berdasarkan data di Website resmi XL,  sejak tahun 2006 telah dimulai ‘program Indonesia Berprestasi’ yang memiliki dua fokus yaitu pendidikan masyarakat dan pendidikan di bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi. Aktivitas yang telah dilakukan atas perwujudan dari program ini adalah ‘Indonesia Berprestasi Award’, pemberian komputer dan koneksi internet yang ditargetkan untuk membantu 60 sekolah dan 300 murid setiap tahunnya, training penggunaan internet yang baik dan bahasa inggris, pemberian bantuan peralatan multiplexer transmission kepada 14 universitas di Indonesia, pemberian insentif pendidikan bagi murid berprestasi yang kurang mampu, pembangunan sekolah, taman membaca dan perpustakaan di Sentani, pembangunan taman pintar telekomunikasi di Yogyakarta serta bantuan perpustakaan keliling.

Seluruh kegiatan tersebut sudah sangat baik, namun akan bertambah baik lagi jika kegiatan bantuan untuk pendidikan tersebut dilakukan secara bertingkat dan berkelanjutan pada daerah terpencil yang berpotensi tinggi. Hal itu dikarenakan pendidikan tidak dapat hanya dilakukan dalam waktu yang singkat dan instan. Misalnya saja, pendidikan formal dilakukan secara bertingkat yaitu mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas lalu dilanjutkan ke universitas. Oleh karena itu, program bantuan pendidikan bertingkat dan berkelanjutan oleh operator telekomunikasi ini dapat dibagi berdasarkan tingkat pendidikan formal. Dalam penyelenggaraannya juga memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti dinas pendidikan,  institusi pendidikan swasta, pihak vendor dan masyarakat.

Sebagai permulaan, operator dapat bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk mencari suatu sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah kejuruan didaerah terpencil yang memiliki siswa-siwa dengan potensi sangat baik. Setelah itu, bantuan yang berbeda-beda diberikan ke setiap tingkatan.

Untuk tingkat sekolah dasar didaerah, bantuan yang diberikan dapat berupa penumbuhan dan peningkatan minat baca, pemberian pengetahuan dasar mengenai telekomunikasi, perbaikan dan peningkatan fasilitas sekolah, pemberian insentif bagi siswa berprestasi serta pengajaran bahasa bagi siswa dan guru. Penumbuhan dan peningkatan minat baca dapat dilakukan dengan pembangunan taman bacaan dan perpustakaan ataupun penyediaan perpustakaan keliling. Untuk memberikan pengetahuan mengenai dasar telekomunikasi dapat dibangun taman pintar telekomunikasi. Dengan adanya taman pintar tersebut, anak-anak dapat mengetahui hal-hal dasar mengenai telekomunikasi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Setelah minat baca dan pengetahuan dasar mengenai telekomunikasi diberikan, pendidikan formal tiap anak juga harus ditingkatkan dengan memperbaiki ruang kelas yang ada sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman serta pemberian beasiswa ataupun peralatan sekolah kepada siswa yang berprestasi agar para siswa semakin termotivasi untuk belajar dengan baik. Operator juga dapat memberikan bantuan untuk kurikulum yang ada seperti yang dilakukan oleh XL, dengan mengajak british council dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris bagi pengajar dan siswa yang ada. Para siswa dari sekolah dasar yang memiliki prestasi akademis sangat baik dapat diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama yang mengikuti program bantuan dari operator juga agar pendidikan yang berkelanjutan yang dimaksud dapat terwujud.

Pada tingkat sekolah menengah pertama, operator dapat memberikan bantuan berupa pengenalan telekomunikasi secara umum, peningkatan fasilitas sekolah, pemberian beasiswa serta peningkatan kemampuan bahasa inggris. Pemberian komputer dan koneksi internet menjadi salah satu alternatif bantuan yang dapat diberikan oleh operator dan hal tersebut telah dilakukan oleh PT XL Axiata melalui program ‘Indonesia Berprestasi’. Komputer dan internet menjadi komponen yang penting dalam pendidikan karena siswa dapat belajar secara mandiri dan mendapatkan tambahan informasi yang tidak didapat dari guru dikelas ataupun buku pegangan yang dipakai disekolah. Namun, pemberian edukasi mengenai cara penggunaan internet yang baik dan sehat juga harus diberikan oleh operator agar setiap siswa dapat menggunakan internet dengan lancar dan untuk tujuan yang baik serta dapat mempertahankan minat baca yang ada dengan media internet. Selain itu, pengenalan mengenai dunia telekomunikasi secara umum, proses penyediaan telekomunikasi dan komponen dasar telekomunikasi serta bahasa inggris juga harus diberikan kepada siswa agar dapat mengembangkan pengetahuan dasar telekomunikasi yang diberikan pada tingkat sebelumnnya. Diharapkan pada tingkat sekolah menengah pertama ini, para siswa mengerti mengenai telekomunikasi dan dapat menggunakan peralatan telekomunikasi seperti handphone, telephone, komputer yang terkoneksi ke internet, dll. Para siswa berprestasi dari sekolah menengah pertama ini kemudian dapat diberikan beasiswa untuk melanjutkan ke sekolah menengah atas yang dibantu oleh operator juga.

Tingkatan selanjutnya adalah sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah kejuruan. Operator dapat memberikan bantuan komputer, koneksi internet, dan pengajaran pemakaian internet yang baik, bahasa inggris serta update terbaru mengenai perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang digunakan saat ini . Namun terdapat perbedaan untuk bantuan sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Untuk sekolah menengah kejuruan, operator dapat memberikan bantuan perangkat telekomunikasi agar para siswa dapat mempraktekkan teori yang mereka dapat dengan fasilitas yang memadai sehingga ketika masuk dunia kerja, mereka tidak bingung dengan peralatan yang harus mereka operasikan. Operator dapat menjadikan lulusan sekolah menengah kejuruan yang berkualitas ini sebagai karyawan kontrak ataupun outsourcing di perusahaannya untuk mengoperasikan network element yang ada. Sedangkan untuk sekolah menengah atas, operaotr dapat memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan ke universitas, terutama yang menginginkan jurusan teknik telekomunikasi.

Pada tingkat universitas, khususnya jurusan teknik telekomunikasi, banyak yang bantuan dapat diberikan oleh operator, misalnya peralatan telekomunikasi seperti multiplexer transmission agar mahasiwa dapat memahami konsep telekomunikasi dengan lebih baik lagi serta mempraktekkannya. Selain itu, operator dapat juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk melakukan kunjungan ke perusahaan operator tersebut yang disertai dengan penjelasan mengenai proses end-to-end penyelenggaraan telekomunikasi. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui proses penyelenggaraan telekomunikasi secara menyeluruh serta dapat mengetahui peralatan yang digunakan dalam proses itu secara langsung dilapangan. Operator juga dapat memberikan bantuan pencerahan mengenai kondisi bisnis telekomunikasi yang ada saat ini, seperti yang dilakukan oleh XL di Universitas tempat saya kuliah. Beberapa orang penting PT XL Axiata Tbk datang untuk mengisi beberapa pertemuan kuliah umum kapita selekta teknik telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung. Pertemuan pertama kuliah tersebut diisi oleh Bapak Hasnul Suhaimi  (CEO PT XL Axiata Tbk) yang membawakan kuliah berjudul “Leveraging the Telco Industry”, kemudian pertemuan selanjutnya diisi oleh Mr. Wim Timmerman (Finance Director PT XL Axiata Tbk) yang membawakan lanjutan materi berjudul “Value Creation and Management Lessons in the Indonesian Telco Industry”. Materi tersebut dilanjutkan oleh Ibu Dian Siswarini (Network Director PT XL Axiata Tbk) pada pertemuan selanjutnya dengan judul “Telecom Industry and Market Insight”. Dengan adanya kuliah dari pelaku industri tersebut, mahasiswa dapat mengetahui kondisi bisnis telekomunikasi saat ini.

Bentuk bantuan lain dari operator untuk tingkat universitas adalah pemberian kesempatan mahasiswa untuk melakukan kerja praktek, magang dan riset tugas akhir di perusahaannya. Operator juga dapat melakukan kerjasama dengan vendor untuk memberikan beasiswa dan sertifikasi dengan harga terjangkau untuk mahasiswa. Contoh sertifikasi yang dapat diberikan adalah CCNA, yang dapat bekerjasama dengan vendor cisco, ataupun sertifikasi dengan vendor lain. Dengan adanya kerjasama ini, mahasiswa dapat melakukan sertifikasi bertaraf internasional dengan harga terjangkau sehingga meningkatkan kualitas mahasiswa tersebut.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, minat baca harus selalu ada. Maka operator dapat juga memberikan bantuan dengan melakukan kerjasama dengan dosen dan penerbit untuk membuat buku mengenai telekomunikasi untuk semua tingkatan sekolah dan tentunya tetap menarik dibaca.

Selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, dengan adanya program berkelanjutan ini, operator juga mendapat keuntungan, antara lain, operator dapat mempekerjakan lulusan SMK dan universitas yang telah mereka ketahui kualitasnya serta kesempatan untuk melakukan kerjasama project dengan pihak universitas seperti dosen dan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.

Zikra Shilviana

13207079

Posted by: zikrashilviana | September 30, 2010

Untitled

Kalau dingat-ingat, seminggu terakhir ada beberapa kejadian  yang saya alami. Sebenarnya hanya hal-hal kecil tapi cukup menarik menurut saya.

1. Jadilah orang baik dan jangan berniat “ngetawain” orang lain

cerita 1 : rabu mlm saya blm tidur hingga tengah malam dikarenakan mengerjakan proposal TA 1 yang deadline pengumpulan ke TUnya hari jumat. Otomatis saya harus mengumpulkan ke dosen pembimbing pada hari kamis untuk meminta revisi. Disaat bosan mengerjakan proposal, saya membuka twitter dan melihat tweet

tari  :  “Mati lampu malem2 duhh -_-”

lalu saya balas

ira :  “ati2 tar.. dalam gelaap.. :p”

beberapa saat kemudian

tari : “uda nyala wekkk :P”

dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada cicak yang jatuh tepat disamping saya. Padahal dari kecil saya geli melihat cicak. Saya pun langsung teriak dan lompat dari kasur.  Niat buruk ngetawain kosan Tari yang mati lampu langsung dibalas dengan kejatuhan cicak yang berakibat saya baru bisa tidur jam 3 pagi. 😦

cerita 2 : Sebelum kejadian cerita 1 saya membaca tweet firman

firman : “Malam ini, tissue sekotak gede adalah kawan bagiku.. Untuk membersihkan ingus2ku.. Tapi kawanku ini tinggal 2 lembar”

ira : “tuh kan bner kata gw.. ansos siy lo man.. temen lo tinggal 2.. hahaha..”

dan hari ini saya yang membutuhkan tissue karena bersin-bersin.. 😦

2. Jangan pernah dikosan sendirian

Pintu kamar mandi di lantai atas kosan saya memang bermasalah. Gagang pintu nya akan otomatis copot jika tidak dibuka dengan penuh perasaan dan kasih sayang. hahaha.. Dikarenakan si gagang pintu ini bermasalah, setiap orang yang membuka pintunya akan emosi. Hal ini berdampak pada patahnya engsel pintu dan akhirnya sang pintu pun harus sedikit diangkat saat akan dibuka dan ditutup. Saya dan Orin (sepupu saya) sudah meminta mbak kosan untuk mengganti engsel dan gagang pintunya. Sambil menunggu, kami harus menerima keadaan pintu apa adanya. Selama menunggu diperbaiki itu saya sempat beberapa kali kekunci di kamar mandi sehingga harus berteriak-teriak memanggil anak kosan yang lain dan menunggu dibuka oleh mereka dari luar. Alhamdulillah saat saya kekunci, saya tidak sedang sendirian di kosan.

3. Watch Your Step

Hari sabtu kemarin saya berjalan terburu-buru untuk menyiapkan surprise Amy di lapangan cinta yang sangat gelap karena tidak adanya lampu (mungkin penghematan listrik).  Saat sedang berjalan, saya merasakan kaki saya sakit seperti tertusuk karena menginjak sesuatu. Saat itu saya memakai sendal jepit. Sesampainya di cc bawah, saya mengecek kaki saya yang ternyata baik-baik saja. Namun setiap berjalan tetap terasa sakit yang akhirnya saya abaikan saja. Kemarin, saya mencoba memakai sendal tersebut, dan rasa sakit itu pun muncul lagi. Kecurigaan pun muncul, saya mengecek sendal yang saya pakai itu dan ternyata… ada paku payung yang menancap dibawahnya. Pantesan sakit.. 😦 alhamdulillah bagian paku yang nembus ke atas sendal hanya sedikit jadi tidak menimbulkan luka di kaki. 🙂

4. Pelajaran hidup bisa datang dari siapa saja

Beberapa hari yang lalu saya membeli lumpia basah di gerbang depan kampus saya. Saat sedang menunggu lumpia basah di buat, saya mengobrol dengan bapak penjualnya.

Penjual : ” Neng, minggu depan bakal ada acara ya dikampus?”

Saya : ” Iya Pak. Bapak ngisi stand makanan di dalam gak?”

Penjual : ” Pengen neng, kemaren saya udah ditawarin panitianya, tapi saya ga mau.”

Saya : “Loh, kenapa Pak? kan lumayan untungnya.”

Penjual : ” Saya malu neng, kalo jualan di dalem, harganya mesti dinaikin seribu kata panitianya. Saya malu sama pelanggan saya.”

Saat mendengar penjual tersebut menolak untuk berjualan saya pun kaget sekaligus kagum. Saat ini kebanyakan orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Mulai dari cara yang halal hingga yang diluar akal sehat. Bahkan di tv banyak dilaporkan penjual yang curang dengan “menipu” konsumen dengan menjual produk yang tidak layak di konsumsi untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Namun mendengar alasan bapak penjual lumpia basah tersebut, saya jadi kagum. Ia lebih mementingkan kepercayaan pelanggannya dibanding dengan keuntungan yang mungkin saja berlipat.

Posted by: zikrashilviana | September 23, 2010

3 Quotes from Kapsel Lecture

Semester ini saya mengambil mata kuliah Kapita Selekta. Tadinya mau diambil semester depan sesuai yang ada di rancangan kurikulum, tapi karena peserta kuliah Infrastruktur IP dan Jaringan Optik wajib dateng kapsel, ya sekalian lah diambil sks nya.

Pada pertemuan ketiga (saya tidak hadir pada pertemuan pertama tapi hadir pada pertemuan kedua yang akan diceritakan menyusul), kuliah umumnya diisi oleh Mr. Wim Timmermans, beliau adalah CFO XL Axiata. Beliau memiliki basic finance namun telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pertelekomunikasian.

Judul presentasi yang disampaikan adalah “value creation and management lessons in Indonesian telecommunications industry”. Pada presentasi tersebut terdapat teori serta contoh kasus. Namun selain itu ada juga kalimat-kalimat singkat (semacam quote)  yang disampaikan oleh beliau. Saya hanya akan menyebutkan tiga diantaranya :

Quote pertama

” Don’t look only your limited scope but look wider.”

Jadi dalam mengerjakan suatu hal jangan hanya sepotong-sepotong yang menjadi bagian kita saja, tapi lihatlah sistem secara keseluruhan. Karena dengan melihat secara keseluruhan tersebut, kita bisa mencari solusi lebih baik jika terjadi suatu masalah. think out of the box.

Quote kedua

” Fight to find the right solution.”

Fight yang dimaksud adalah beradu argumen atau berdiskusi (emosi sedikit bolehlah asal jangan sampai berantem beneran 😀 ) untuk mencari suatu solusi yang terbaik . Misal, jika suatu manager berdiskusi dengan staff nya untuk mencari solusi, namun staff nya hanya ikut saja akan pemikiran atasannya tanpa memberikan pendapat (hanya ikut saja  Agar Bapak Senang, eh Ibu juga boleh 😀 ) maka solusi yang didapat akan sulit menjadi solusi yang benar dan tepat. Percuma saja manager tersebut berdiskusi dengan staffnya, karena keputusannya hanyalah dari pemikirannya.

Hal sebaliknya juga berlaku, jika staff tersebut  ingin berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah dengan managernya, maka manager harus bersedia. Jangan sampai manager merasa tidak butuh mendengar pendapat dari staff nya karena merasa lebih berpengalaman atau lebih tinggi jabatannya. Padahal mungkin saja staff tersebut memiliki ide baru dan pandangan yang lebih luas sehingga dapat memberi masukan yang positif dalam menentukan suatu solusi masalah.

Jadi seluruh tim harus dapat bekerjasama dengan baik dalam menentukan solusi yang terbaik dari suatu masalah.

Quote ketiga

“Don’t look from your alarms but from your customer complaint.”

Kalimat ini yang paling menarik bagi saya karena saya sebagai pelanggan jasa telekomunikasi namun juga mengetahui sedikit proses kerja dibalik penyediaan layanan telekomunikasi (saya pernah mengikuti kerja praktek di bagian engineering salah satu provider telekomunikasi).

Dalam jasa layanan telekomunikasi, pelanggan akan mengajukan keluhan jika service yang didapat tidak maksimal. Misal, layanan 3G tidak aktif, tidak dapat sinyal, tidak dapat melakukan panggilan, tidak dapat menerima panggilan, delay sms terlalu lama, dll.

Sebagai pelanggan, saya tentunya pernah merasakan kekesalan tersebut. Pelanggan tidak pernah mau tahu apa yang terjadi pada proses penyediaan layanan telekomunikasi yang  digunakan. Keinginannya hanyalah service telekomunikasi yang kualitasnya baik.

Jika terjadi gangguan, maka pelanggan akan protes (biasanya ke customer service). Customer service kemudian menyampaikan ke bagian engineering untuk mengecek apakah ada alarm gangguan. Jika ada, maka alarm tersebut akan segera ditangani. Namun jika tidak ada alarm gangguan yang muncul pada NMS (Network Management System)? Engineer tersebut harus tetap mencari sumber dari gangguan  karena pelanggan tidak akan mau menerima jawaban tidak ada alarm di sistem kami. Pada kenyataannya terjadi gangguan pada layanan yang didapat oleh pelanggan dan gangguan tersebut harus dapat selesai secepatnya.

Jadi sebagai engineer, janganlah hanya melihat gangguan sebatas dari alarm pada NMS karena bisa saja terjadi kesalahan pada NMS sehingga alarm tidak muncul (lihat keseluruhan bagian sistem, nyambung ke quote yang pertama). Serta selesaikanlah alarm atau gangguan secepatnya, karena pelanggan diibaratkan sebagai raja. Namun pelanggan juga harus bersabar dalam menunggu penanganan gangguan tersebut.

Konvergensi Teknologi Informasi dan Teknologi Telekomunikasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Konvergensi adalah keadaan menuju satu titik pertemuan; memusat. Konvergensi antara teknologi informasi yang dipadukan dengan teknologi telekomunikasi yang membawa kemudahan dalam komunikasi dan networking melahirkan suatu kolaborasi menarik yang diminati masyarakat dan dapat bermanfaat besar bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat dapat dengan mudahnya saling bertukar voice, data, hingga video.

Contoh dari konvergensi itu adalah perkembangan handphone (berawal dari voice lalu bertambah keperluan sms  dan bertambah lagi menjadi kebutuhan tukar menukar data hingga akhirnya lahir 3G, kemudian 3,5G dan akan berkembang lagi WIMAX dan 4G) , koneksi internet (dengan menggunakan dial up connection, ADSL ataupun internet mobile). Dari kekonvergenan itu, yang paling menunjang pendidikan adalah internet beserta perangkatnya.

Pengaruh Konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Pendidikan

“ Untuk bahan kuliah nya nanti bisa di ambil dari ftp saya yang seperti biasanya. Dan untuk pengumuman jadwal dan ruang UAS bisa di liat papan pengumuman yang biasa, tapi sudah di upload juga di milis atau kalian dapat lihat di sistem informasi akademik.”

Sepenggalan kalimat itu biasa saya dengar di akhir jam kuliah. Hal ini memberikan sedikit gambaran bagaimana perkembangan teknologi telekomunikasi khususnya internet dan handphone berkolaborasi dengan perkembangan teknologi informasi yang memberikan dampak besar pada dunia pendidikan.

Pada awalnya pendidikan di indonesia berasal dari kegiatan pendidikan agama yang biasanya  dilakukan disurau atau mesjid. Seiring berjalannya waktu, mulai berkembang model pengajaran klasik yang kita kenal sekarang. Seorang guru mengajar didepan kelas, menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur dan murid dituntut untuk  mendengar dan mencatat. Kemudin metode pengajaran terus berubah, mulai dari berubahnya kapur menjadi spidol, lalu penggunaan OHP (over head projector), lalu berubah lagi menggunakan perangkat yang lebih canggih yaitu dengan membuka slide power point ataupun word di laptop lalu dengan menggunakan infocus di pancarkan ke layar. Hal ini dapat membantu pengajar dalam hal menyiapkan bahan ajar sehingga tidak usah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menyalin semuanya lagi di papan tulis. Terlihat sekali pekembangan teknologi baik hardware maupun software meningkatkan kualitas dalam pendidikan.

Selain dalam metode pengajaran, perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi dapat dilihat dalam berbagai hal lain. Di semua daerah dan tempat yang sudah terkena dampak teknologi, timbul gaya hidup baru dalam proses pendidikan. Buku cetak tidak lagi menempati posisi utama sebagai bahan pegangan peserta didik. Mulai dari guru SD hingga dosen, kini dapat membuat sendiri bahan ajarnya sehingga sesuai dengan kebutuhan para murid dan mahasiswa. Mereka masih berpedoman pada buku cetak namun mereka merangkum dan meramu sendiri bahan ajar dengan bahan-bahan dari sumber lain yang kemudian di kemas dalam bentuk slide transparansi OHP, power point maupun catatan yang dibuat menggunakan microsoft word.  Setelah mereka menerangkan dikelas, untuk mempermudah dalam penyebaran bahan ajar, bahan tersebut dapat di fotocopy oleh setiap peserta didik ataupun di upload di suatu media sehingga peserta dapat mendapatkannya dengan mudah.

Saat ini banyak sekali contoh kegiatan dalam pendidikan yang membutuhkan akses internet, contohnya mengupload dan mendownload bahan kuliah dari/ke suatu server ftp (FTP adalah sebuah protokol internet pada layer aplikasi yang digunakan untuk transfer file antar klien FTP dan server FTP.), berbagi informasi kuliah melalui milist (mailing list), mencari bahan kuliah dengan menggunakan search engine, membaca e-book, melihat pengumuman jadwal kuliah yang ada di wall Facebook dosen, mengerjakan tugas dan dikumpulkan dengan cara di upload ke suatu web, suatu server ftp, ataupun blog, belajar bersama dengan memanfaatkan conference chatting, saling kirim keperluan kuliah melalui milist ataupun email dan masih banyak lagi contoh lain. Bahkan di tempat saya berkuliah juga sudah ada sistem e-learning yang sedang dikembangkan, sehingga dosen menggunakan media itu untuk meletakkan bahan kuliah, memberitahukan info, memberikan soal dan jawaban pr, serta forum diskusi. Sistem e learning ini disebut blended learning. Blended learning telah dikembangkan di berbagai negara maju. Sistem ini mencampur e-learning (electronic) dengan m-learning (mobile) dengan sumber pendidikan lain yang sering disebut juga sebagai hybrid courses. Selain itu ia juga terdiri dari e-mentoring atau e-tutoring.

Awalnya saya pikir hanya dunia perkuliahan yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi sebagai penunjang kegiatan pendidikan, Namun ternyata di kota besar, SMA, SMP bahkan SD pun telah memanfaatkan media internet sebagai sarana penunjang pedidikan. Bahkan salah satu SDN Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Jakarta Timur, guru memberikan tugas melalui wall di facebooknya. Selain itu, siswa di SDN ini juga sering diberikan tugas kliping dari internet sebagai media belajar. Hal ini menyebabkan para murid semakin akrab dengan yang namanya internet khususnya email, dan situs seperti google, facebook, dan lain-lain.

Pemerintah pun mulai menumbuhkan kebiasaan baik menggunakan internet untuk hal positif yang penunjang pendidikan, yaitu dengan dimasukkannya pelajaran komputer di kurikulum sekolah mulai dari tingkat dasar. Selain itu pemerintah juga mulai menerbitkan Buku Sekolah Elektronik (BSE atau e-book). Berdasarkan data dari Depdiknas, jumlah BSE yang telah ada adalah 407 judul buku dan akan bertambah setiap tahunnya. Dengan adanya BSE ini, buku dapat didownload langsung ataupun dicetak sendiri atau difotocopy sehingga siswa mendapatkan buku dengan harga yang lebih murah. Jika ada e-book, maka sumberdaya alam dapat dihemat yaitu pohon. Pohon yang biasanya digunakan dalam pembuatan kertas adalah pohon pinus. Biasanya pohon pinus dewasa mempunyai diameter 0.3 meter dan tingginya sekitar 18,3 meter. Dari pohon dengan ukuran tersebut, biasanya dapat dihasilkan 365 kilogram kayu yang dapat diolah menjadi kertas. Satu rim kertas beratnya biasanya sekitar 2,27 kilogram dan terdiri dari 500 lembar. Maka dari satu pohon akan didapat 80.500 lembar kertas. Jika sebuah buku cetak dianggap memiliki 200 halaman, maka dari satu pohon daat dihasilkan 805 buah buku. Anggap saja setiap peserta didik memiliki 10 buah buku cetak, maka satu buah pohon hanya mampu mencukupi kebutuhan buku cetak dari 80 peserta didik. Itupun sudah menerapkan sistem fotocopy bolak-balik. Dengan adanya e-book, maka akan mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk membuat buku cetak. Misal ada 4 juta peserta didik yang telah beralih menggunakan e-book, maka akan ada 50 ribu pohon yang terselamatkan setiap semesternya. Karena buku cetak biasanya akan berganti setiap semester. Dengan penghematan itu, lingkungan pun akan dapat dijaga. Namun akan timbul masalah baru yaitu sampah elektronik dan kebutuhan energi untuk alat elektronik yang digunakan. Hal itu dapat dikurangi dampaknya jika setiap pengguna alat elektronik menggunakan alatnya secara bijak dan hemat. Janganlah menyalakan alat elektronik tersebut disaat tidak dipakai serta jangan melakukan kecurangan-kecurangan untuk menekan biaya pembayaran yang dapat membahayakan alat itu sendiri.

Tidak hanya BSE, pemerintah juga mengembangkan Jardiknas untuk memperbaiki kualitas pendidikan melalaui telnologi informasi dan telekomunikasi.  Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) adalah program pembangunan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun Departemen Pendidikan Nasional RI pada tahun 2006. Jardiknas menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan, proses pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat di percepat untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Pada akahirnya diharapkan dapat terciptanya masyarakat yang berbasis pengetahuan. Selain Jardiknas, pemerintah yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga mengembangkan infrastruktur berskala nasional untuk perguruan tinggi yang diberi nama INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negri yang menjadi simpul lokal INHERENT yang berfungsi untuk mendsitribusikan koneksi ke perguruan lain yang berada satu wilayah dengannya.

Selain untuk kegiatan belajar mengajar, perkembangan software dan hardware dalam teknologi informasi dan telekomunikasi (khususnya internet) digunakan juga dalam sistem administrasi dan informasi akademik. Sistem ini mengurusi pendaftaran online, nilai, jadwal dan ruang kuliah, serta informasi lainnya. Pada tingkatan perguruan tinggi, sistem ini sudah mulai diintegrasikan sehingga mulai dari pendaftaran, nilai hingga info lainnya sudah diarahkan ke sistem online. Namun pada tingkatan SMA, SMP dan SD masih sistem pendaftaran dan penerimaan siswa baru saja yang online. Dengan adanya sistem pendaftaran online ini, orang tua siswa tidak harus bolak-balik ke sekolah yang dituju untuk mengecek apakah nilai anaknya masih berada dalam batas aman untuk diterima di sekolah tersebut atau tidak. Sehingga ketidakteraturan dan kecurangan dalam proses pendaftaran siswa baru dapat dihindari.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan yang secara “tidak sengaja” membuat peserta didik menjadi terbiasa dengan teknologi khususnya internet, maka kebutuhan koneksi internet pun meningkat. Berdasarkan pengalaman saya saat ini sebagai mahasiswi yang tinggal di kos, internet merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan. Kampus memang memfasilitasi mahasiswa dengan jaringan internet gratis yang berkecepatan tinggi namun jumlah komputer yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa, sehingga mahasiswa harus membawa laptop sendiri jika ingin menggunakan akses internet secara leluasa dan nyaman di kampus. Akses internet berkecepatan tinggi tersebut adalah kerjasama dengan Jepang yaitu penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) yang dimulai pada awal tahun 1996. Dengan adanya kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan akan internet itu di kampus dan kosan, membuat internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Untuk para siswa sekolah pun internet kemudian menjadi kebutuhan untuk pendidikan dan ditambah lagi untuk social networking. Hal ini menyebabkan pengguna internet terus bertambah.

Kondisi Pengguna Internet di Indonesia saat ini.

Akibat berkembangnya pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, maka pengguna internet pun semakin meningkat.  Jumlah pengguna internet di Indonesia sudah cukup banyak namun persentase nya masih kecil dibandingkan dengan negara lain. Hal ini disebabkan penduduk Indonesia yang cukup besar. Menurut data BMI, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2006 adalah 10,576 Juta pengguna lalu bertambah pada tahun 2007 menjadi 13 Juta pengguna, pada tahun 2008 25 Juta pengguna dan pada tahun 2009 (final) menjadi 45 Juta pengguna. Jika dibanding dengan jumla penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 Juta penduduk, maka persentase pemakai internet masihlah sedikit yaitu hanya sekitar 10% dari jumlah penduduk.

Dalam penggunaan internet saat ini, ada beberapa teknologi yang biasa digunakan yaitu dial up connection, ADSL, dan mobile internet yang biasa dipakai di handphone. Jika menggunakan dial up connection yang memanfaatkan saluran telepon dengan modem analog, bitrate yang diperoleh pengguna tidak terlalu tinggi dan saluran telepon tidak dapat dipakai untuk keperluan telepon saat saluran transmisinya sedang digunakan untuk internet. Berbeda dengan dial up connection, ADSL atau yang lebih dikenal dengan Asymmetric Digital Subscriber Line adalah teknologi komunikasi data yang memungkinkan transmisi data melalui saluran telepon (kabel tembaga) yang lebih cepat dibanding dengan yang disediakan oleh voiceband modem biasanya. Hal ini dapat terjadi dengan memanfaatkan frekuensi yang sedang tidak digunakan untuk panggilan telepon. Pada ADSL terdapat Splitter yang memungkinkan koneksi telepon tunggal dapat digunakan untuk ADSL dan panggilan telepon pada saat yang bersamaan. Dengan teknologi ADSL, provider telekomunikasi dapat menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi yang memungkinkan terjadinya layanan komunikasi voice, data dan video secara bersamaan. Karena penggunaannya dapat dilakukan secara berbarengan, maka pemakaian saluran transmisi dapat di share dengan pengguna lain. Setiap pengguna telepon tetap dapat menambahkan layanan ADSL dengan menambahkan perangkat tambahan.

Selain dengan menggunakan teknologi ADSL, banyak pengguna internet yang menggunakan handphone untuk mengakses internet. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan  jumlah pemakai handphone 3G yang sangat pesat. Menurut data BMI, pada tahun 2006, pengguna handphone 3G di Indonesia adalah 1,010 Juta, pada tahun 2007 meningkat menjadi 3,7 Juta pengguna, lalu pada tahun 2008 meningkat menjadi 6,734 Juta pengguna dan pada tahun 2009 (final) meningkat lagi menjadi 9,386 Juta pengguna. Jika dibandingkan dengan pengguna mobile phone yang berjumlah 210,738 Juta pelanggan pada tahun 2009 (final year menurut BMI), maka tidak tertutup kemungkinan bahwa penggunaan handphone 3G akan meningkat lebih banyak lagi. Ditambah lagi dengan adanya teknologi push email, membuat masyarakat menjadi semakin memiliki kecenderungan ketergantungan pada internet. Hal ini membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha telekomunikasi. Selain bertambahnya keuntungan bisnis, semakin berkembangnya bidang ini, secara tidak langsung juga akan memajukan sistem pendidikan di Indonesia.

Pengaruh Peningkatan Pengguna Handphone 3G Terhadap Dunia Pendidikan

Dengan bertambahnya pengguna handphone 3G , maka semakin banyak pula orang yang dapat mengakses internet dimanapun ia berada. Tentunya didalam pengguna handphone 3G terdapat peserta didik. Sehingga kenaikan jumlah pengguna handphone 3G dapat diasumsikan dengan bertambahnya jumlah peserta didik yang menggunakan handphone berteknologi 3G. Oleh karena itu, dengan spesifikasi tinggi yang dimiliki handphone 3G, maka peserta didik dapat mengakses internet untuk kebutuhan pendidikan dengan mudah dan membukanya di handphone nya dengan mudah pula. Setiap bahan kuliah yang didownload dapat dibaca langsung di handphone, baik itu data berekstensi jpg, txt, ppt, doc, docx, xls, xlsx dan sebagainya.

Selain kemudahan dalam membuka bahan ajar dimana saja dengan menggunakan handphone, peserta didik juga dipermudah dalam mengerjakan tugasnya dengan menggunakan handphone yang sudah memiliki kamera yang beresolusi tinggi. Dengan bantuan kamera, peserta didik tidak harus lagi menggambar hasil yang didapat dari praktikum secara manual yang menghabiskan banyak waktu. Pada saat praktikum mereka dapat mengambil gambar hasil praktikum dengan menggunakan kamera handphone lalu memasukkannya kedalam laporan mereka. Bahkan jika handphonenya mendukung, mereka dapat langsung mengerjakan laporannya dengan menggunakan handphone.

Gambaran Perkembangan Pendidikan

Saat ini persentase sistem pendidikan di Indonesia yang telah berbasis teknologi informasi dan komunikasi masih sangat kecil, hal ini dikarenakan masih banyak di pelosok daerah yang tidak tersentuh oleh teknologi. Jika terus dikembangkan, maka kolaborasi antara perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan pendidikan akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tentunya semua teknologi akan berdampak positif jika digunakan dalam jalur yang positif serta untuk tujuan kebaikan bersama.

Selain itu, pendidikan gratis di Indonesia akhirnya dapat terwujud. Saat ini masyarakat sebenarnya sudah dapat menikmati pendidikan gratis untuk wajib belajar 9 tahun dengan adanya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Namun masih banyak anak-anak yang putus sekolah dengan alasan tidak memiliki biaya untuk membeli buku. Jika disetiap sekolah disediakan sarana pendidikan yang memadukan teknologi informasi dan komunikasi, maka peserta didik tidak usah lagi memikirkan biaya buku. Mereka dapat belajar melalui e-book yang dapat diakses dari lab komputer sekolah (karena pelajaran komputer dimasukkan kedalam kurikulum), ataupun memfotocopy bahan ajar dari guru yang tentunya akan lebih singkat isinya jika dibanding dengan buku cetak.

Jadi secara garis besar menurut saya kedepannya jika seluruh sistem pendidikan di Indonesia telah  memanfaatkan kekonvergenan teknologi informasi dan komunikasi, maka manfaat yang dapat terasa dari kolaborasi ini antara lain, kemudahan akses informasi yang dibutuhkan peserta didik, pemerataan kualitas pendidikan (Jika seluruh daerah telah terjangkau oleh teknologi ini), penghematan sumber daya alam serta pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

Zikra Shilviana

13207079

Teknik Telekomunikasi ITB

Angkatan 2007

Posted by: zikrashilviana | July 11, 2009

Comvis.. day 2..

               Hari kedua ini disuruh ngumpulnya jam 7. Langsung berangkat ke Indosat Jatiluhur. Disana dikasih penjelasan mengenai perusahaan. Dan seperti biasa, peserta dapet makanan kecil yang cuma tahan beberapa menit di tangan peserta. Bahkan ada yang ngambil 2 kotak. Perlu disebut namanya? Hahaha. Abis dikasi penjelasan, ada sesi tanya jawab. Buat yang bisa jawab dikasih cinderamata dari pt indosat. Sang ketua comvis pun dapet walaupun ga jawab pertanyaan, karena dia ngebantuin ngeliatin siapa yang paling cepet angkat tangan.

              Acara dilanjutin dengan berkeliling stasiun bumi. Karena banyak antena dan alat-alat yang menarik, jadi peserta amat bersemangat buat foto2 dan dengerin penjelasan.

              Peserta diizinin buat naik ke antena JAH 1 yang udah ga beroperasi.  Foto-foto di antena emang rada serem karena yang naik banyak sedangkan tempat yang dipijak agak-agak kurang meyakinkan. Lumayan juga kalo jatoh masal dari ketinggian segitu.

               Selesai keliling pada sholat dan sepakat lanjutin perjalanan ke waduk jatiluhur. Sebenernya acara ini ga ada di rencana panitia, tapi karena cuma satu perusahaan jadi masih ada waktu sisa.

               Pas nyampe jatiluhur, bus langsung keliling buat nyari tempat makan. Bus pun menemui jalan buntu sehingga harus berputar. Sebenarnya bus muter bukan hal yang menyeramkan. Tapi pas bus muter balik, peserta di dlm bus pada teriak-teriak ketakutan, hmm tapi ada juga yang diem karena lemes. Yang bikin serem adalah, bus muter di jalan sempit yang langsung berbatasan langsung ama tebing waduk. Pas bagian belakang bus mengarah ke waduk, orang-orang yang duduk di bagian belakang langsung teriak-teriak. Begitu juga pas bagian depan bus yang ngarah ke waduk.

                 Setelah selamat dari muter di pinggir waduk, peserta makan di 2 warung ikan bakar. Sebelum makan, peserta berdoa buat gunung yang lagi ulang tahun. (happy birthday gunung J ditunggu loh traktirannya). Yang bikin aneh adalah dengan tanpa sengaja peserta berdoa mengelilingi gunung dan sebuah pohon. Kalau orang yang ga tau pasti bakal ngira lagi ada ritual ajaran sesat. Hehehe… Peserta cewek makan bareng di salahsatu warung. Pas nungguin makanan, peserta cewek main UNO. Eserta peserta cowok pun iri dan hanya bisa melihat.. hehehe.. Permainan Uno pun berhenti setelah makanan dtg. Alhasil sang kartu UNO pun berpindah tangan ke cowo-cowo.

               Selesai makan dilanjutin sama acara foto-foto. Abis itu balik ke Bandung. Karena kekenyangan, jadi sebagian besar peserta tertidur pulas. Beberapa peserta yang ga tidur, mulai iseng dengan memfoto orang-orang yang lagi tidur make BB nya copi. Jadi bisa langsung di upload. Sesampainya di bandung peserta langsung membubarkan diri.  Hmm segini dulu aja cerita comvisnya. J

Posted by: zikrashilviana | July 11, 2009

Comvis.. day 1..

                Di postingan sebelumnya udah ada cerita tentang urutan kegiatan comvis. Di postingan yang ini gw mau nulis tentang comvis dengan bahasa yang lebih nyantai J .

                Jadi pas hari pertama itu peserta dapet jarkom buat ngumpul di gerbang depan jam 6 pagi. Gw nyampe di gerbang depan bareng Amy dan Gunung jam 05.57 (yaa ontime lah ). Pas baru nyampe gw ketemu copi yang udah bawa kantong kresek banyak yang isinya barang dagangan buat danus wisuda.

                Gw bisa dtg ontime ga lepas dari bantuan Amy. (thx ya my udah bangunin gw). Gw bangun jam setengah 5. Abis bangun gw langsung siap-siap dan nyiapin dagangan. Hmm, gw bantuin copi jualan nutrijell dan roti buat danus wisuda. Pagi2 sambil masih setengah-setengah ngantuk, gw masukin nutrijell yang udah gw bikin semalem ke dalem palstik2 kecil. Selain itu gw juga bikin roti isi coklat dan isi sosis. Untuk bagian jualannya gw serahin ke copi. 😀

                Setelah nunggu lama karena ada yang telat, akhirnya bis berangkat jam 7 pagi. Sebelum berangkat , Pambudi ngabsen peserta dan panitia (ini dia hobinya pambudi selama comvis.. hehehe).  Baru aja bis bergerak dikit, Copi mulai melancarkan aksi yaitu dagang J ( nice job Cop). Gw bantuin copi juga, dia yang jualan, gw yang megang kotak duit. Gw ama copi udah berasa pramugari dipesawat. Hehehe.. Dalam sekejap roti yang gw buat abis karena kebanyakan peserta blm sarapan. Buat yang ga kebagian roti akhirnya milih beli nutrijell sama richeese. Oiya ternyata dagangan yang dibawa copi itu teh kotak, richeese rolls sama richeese yang wafer. Kegiatan dagang ini pun berlanjut pada hari berikutnya.  Cerita ttg dagang nya cukup segini kayaknya J.

                Pas nyampe PT GMF peserta di suruh masuk ke ruangan , dan di pintu masuk kami di kasih makanan kecil. Berhubung peserta pada laper jadi tuh makanan kecil ga ada yang tahan lama di tangan peserta.  Abis ngikutin presentasi, kita diajak keliling hangar dan ruang workshop. Pas di hangar peserta langsung semangat buat foto2.. hehehe.. eh tapi tetep semangat juga kok dengerin penjelasan yang dikasih. Kami juga dapet kesempatan masuk ke dalam pesawat garuda yang lagi di benerin. Daerah hangar adalah daerah yang dijaga ketat, masuk kesananya aja harus ngelewatin 2 kali pemeriksaan dan pas keluar dari bis ga boleh bawa tas.

               Abis dari hanggar peserta diajak berkeliling ruang avionik elektronik. Disana peserta dapet penjelasan mengenai black box dan komponen elektrik pesawat lainnya.  Pas diruangan itu, gw ngeliat beberapa anak ITB angkatan 2006 yang lagi KP di GMF. Pas balik ke bus, teh kotak dagangan menjadi amat laku. Abis itu kita ke mesjid buat sholat dan makan siang. Entah kenapa hari itu panas banget , ditambah lagi selama di areal PT GMF peserta comvis harus make jahim buat tanda pengenal dan di areal GMF minim pohon, jadi pas di mesjid yang banyak pohon, langsunglah peserta makan siang di bawah pohon buat ngadem. Abis itu berangkat ke PT Siemens. Karena kecapean, kekenyangan dan kesenengan karena ketemu AC di tengah hari yang terik, semua peserta tertidur lelap sampai ke tujuan.

               Pas nyampe tujuan, kirain bakal langsung disuruh masuk ke ruangan perusahaan. Taunya peserta comvis nunggu di luar areal perusahaan selama sejam. Sejam pun terasa amat lama karena di tengah hari yang terik AC bus pun dimatikan. Di dalem bus panas bgt, tapi kalau keluar sama aja panas juga. Ya jadi ada beberapa peserta yang bertahan nunggu di dalem bus dan ada yang nunggu di warung pinggir jalan dekat bus dan ada yang bener-bener duduk di pinggir jalan.

               Setelah sejam yang lama, peserta di suruh masuk dan diberi penjelasan SINGKAT sekitar hampir SATU JAM dan peserta di wajibkan menyampaikan pertanyaan yang TAJAM. Tapi karena peserta udah kecapean , jadinya pertanyaannya KURANG TAJAM dan hanya pertanyaan terakhir  yang dianggap  TAJAM. Acara pun dilanjutkan dengan pemberian peraturan selama ada di pabrik.

              Abis itu keliling pabrik. Makin berasa sauna karena di hari yang panas berkeliling di pabrik yang tidak ber AC dengan memakai jahim (hmm.. tapi kok ga jadi kurus ya? Hehehe).

              Selesai keliling pabrik dilanjutin sholat di mushola, berangkat ke bandung lagi deh (padahal rumah gw udah deket bgt dari tuh tempat.. huhuhu.. tapi berhubung bsk ke jatiluhur, gw ga bsa balik deh). Di perjalanan balik , sempet transit dulu direst area buat sholat maghrib. Abis sholat pada langsung nyerbu Alfa mart buat beli pop mie karena di alfamart dapet air panas GRATIS buat nyeduhnya. Gw sendiri cuma beli makanan kecil. Abis belanja langsung pada balik ke bus dan ternyata pas nyampe bus supirnya menghilang. Hmm jadi terpaksa bus yang penuh dengan penumpang itu menunggu sang supir selama beberapa waktu. Karena ga dtg2, akhirnya sebagian ada yang keluar. Di luar bus terjadi insiden kecil yang melibatkan dua orang oknum 2007.. hehehe..

               Pas supirnya balik, perjalanan dilanjutkan. Dijalan baru pada tau kalo TV yang ada di bus bisa di nyalain, jadi nya pada nyetel lagu dan mulai karokean 😀 . sayangnya lagu yang ada hanya sedikit karena cd lagunya bukan dari peserta. Di tol cipularang udah mulai capek karokean , jadi sebagian pada tidur ditambah lagi hujan mulai turun. Tapi yang sebagian lagi tetep karokean dengan volume yang diperkecil.

Hari pertama ini selesai dengan tibanya peserta comvis di kampus.

Posted by: zikrashilviana | July 11, 2009

Sekilas tentang Comvis (Company Visit)

                Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti acara ComVis. Company visit adalah acara kunjungan ke perusahaan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro ITB. Pesertanya merupakan angkatan 2007 dan berjumlah sekitar 50 orang. Acara ini berlangsung pada tanggal 23 dan 24 Juni 2009.

                Pada hari pertama kami berkumpul di gerbang Ganesha sesuai jarkom dari panitia, kami datang pukul 6 pagi. Tapi kami baru berangkat pada pukul 7 pagi. Perusahaan pertama yang dikunjungi adalah PT GMF Aero Asia yang terletak di Bandara Soekarno – Hatta. Ketika sampai di PT GMF Aero Asia kami dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan untuk mengikuti presentasi dari pihak perusahaan. Setelah itu kami berkeliling ke hangar pesawat dan ruang workshop. Setelah selesai berkeliling kami istirahat dan makan siang di mesjid yang berada di area PT GMF Aero Asia.

                Sehabis beristirahat kami melenjutkan perjalanan ke PT Siemens yang terletak di Pulomas. Sebelum memasuki area PT Siemens, kami harus menunggu terlebih dahulu selama sejam di luar area kantor karena pihak perusahaan sedang meeting. Setelah diizinkan masuk kami diberi penjelasan mengenai perusahaan tersebut dan dilanjutkan dengan berkeliling pabrik. Setelah selesai berkeliling pabrik kami sholat ashar di mushola perusahaan tersebut dan bersiap-siap untuk kembali ke bandung.

                Keesokan harinya kami berangkat ke PT Indosat Jatiluhur. Di Jatiluhur ini terdapat training and conference centre indosat serta stasiun bumi satelit palapa. Setibanya disana kami diberi penjelasan mengenai stasiun bumi Jatiluhur di dalam training and conference centre dan dilanjutkan dengan berkeliling ke stasiun bumi. Di area stasiun bumi kami diajak berkeliling ke dalam ruangan dibawah antena, control room dan Power house. Selama berkeliling kami diberi informasi-informasi mengenai stasiun bumi tersebut.

                Setelah dari PT Indosat kami berangkat menuju waduk jatiluhur. Di sana kami makan siang. Setelah selesai makan siang kami kembali ke Bandung.

                Selama comvis kami mendapat banyak informasi dari masing-masing perusahaan. Materi tersebut juga  akan disebarkan kepada anggota HME ITB yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan Comvis ini.

Posted by: zikrashilviana | September 20, 2008

Happy Bday sahabat… =p

Gw mau ngucapin happy bday buat smua yang berulang tahun di bulan september.. hmm emang september ceria niy..hehehe

Happy Bday ya buat

Sahabat Ayam (bukan nama sebenarnya)

Sahabat Ikrar

Sahabat Dea

Sahabat Eka

Sahabat Atin

Sahabat Timor

Sahabat Zia

Sahabat Amy

dan masi ada beberapa sahabat yang blm berulang tahun, jd ntar gw update lagi deh.. hahaha

buat smuanya.. WISH U ALL THE BEST YAA.. (jgn lupa traktiran).. hehehe

Posted by: zikrashilviana | September 20, 2008

Tingkat 2..

Yup, sekarang gw udah jadi mahasiswa tingkat 2 di sebuah institut teknologi yang ada di bandung. Alhamdulillah gw bisa keterima dijurusan yang gw mau, ELEKTRO. Gw ngerasa kalo tingkat 2 beda banget ama TPB. Mulai dari jumlah kenalan, jumlah kegiatan, ampe jumlah tugaaas.

Waktu gw TPB, gw bahkan ga kenal beberapa anak yang selalu sekelas ama gw. Gw tau kalo mereka sekelas ama gw, gw tau nama-nama orang yang ada di kelas gw, bahkan gw hafal nama panjangnya. Tapi gw ga bisa nyocokin beberapa nama ama orangnya. Mungkin karena kurangnya kegiatan yang diadain bareng, jadi satu sama lain jadi kurang deket. Tapi sekarang gw udah bisa kenal ama semua temen sekelas gw dan gw udah bisa luamayan kenal ama temen angkatan gw karena liburan kemaren udah ikut kaderisasi. (ini dia manfaat yang kerasa banget dari kaderisasi).

Di TPB gw cuma merasakan praktikum sekali seminggu, dan tugas yang dikasih masi bisa buat dikerjain walaupun berhari-hari. Kalo sekarang, praktikum dua kali seminggu dan tugas2nya susah banget diselesein.

Di TPB juga, gw masi bisa jalan tiap weekend. Tapi kalo sekarang, pas weekend pasti ada aja kuliah, tugas kuliah ataupun kegiatan lain yang bikin gw ga jadi jalan

Di TPB gw masi bisa bingung buat ngapain gara-gara ga ada kerjaan. Kalo sekarang gw bingung gara2 ga ada waktu karena kebanyakan kerjaan. Bahkan nyari waktu tidur pun susah. Selain kuliah yang semakin “menggila”, gw emang nyoba ikut beberapa kepanitiaan dan kegiatan lain buat nambah pengalaman dan temen. Yah sekalian nambahin isi cv gw.

Dari semuanya gw jadi belajar buat menikmati semua yang lagi gw lakuin, karena kalo melakukan sesuatu dengan senang, pasti hal itu bisa diselesein (walaupun mempraktekannya susah..huhuhu) dan juga gw yakin kalo semua itu bertahap. Jadi nanti pasti bakal ada tantangan dan tanggung jawab yang lebih ditingkat selanjutnya.

Older Posts »

Categories